Arsip untuk Sains kategori

Aloe Vera Penyembuh Penyakit

Posted in Sains on Mei 7, 2008 by hokage6
Antara khasiat yang terdapat pada gel tumbuhan aloe vera adalah:

  • Jel aloe merupakan anaesthetic yang ringan, dimana ia dapat mengurangkan rasa gatal, bengkak dan sakit. Ia juga merupakan bahan anti bakteria dan kulat serta dapat meningkatkan aliran darah ke kawasan yang luka dan mengalakkan pembentukan fibroblast.
  • Ia juga mempercepatkan tisu kulit yang terbakar sembuh.
  • Ia mempercepatkan penyembuhan luka, berbanding jika dirawat secara biasa ( standard dressing ).
  • Jus aloe vera berkesan menyembuh cirit berit, keracunan usus dan ulser gastrik.
  • Ia dapat mengurang paras gula bagi pesakit kencing manis.
  • Ia dapat mereda dan melambatkan kesan tindakan virus HIV-1, virus yang dikaitkan dengan penyakit AIDS.
  • Ia juga cepat meredakan demam panas pada kanak-kanak.

Alga Biru Hijau Spirulina

Posted in Sains on Mei 7, 2008 by hokage6
Sprulina merupakan alga biru hijau yang terdapat di laut dan dipercayai merupakan tumbuhan paling tua ( 3.6 bilion tahun ).Ia berbentuk seperti satu lingkaran dan hidup baik di perairan yang panas dan masin serta tasik beralkali.

Ia mengandungi protein seimbang yang tinggi dan mudah dihadam oleh badan. Ia juga mengadungi karbohidrat seperti rhamnose and glycogen . Ia juga mengandugi banyak vitamin B dan E serta garam mineral. Kandungan klorofil yang tinggi ( warna hijau ) , juga bertindak sebagai ‘cleanser and detoxifier’ dalam badan.

Keunikan Tubuh Manusia

Posted in Sains on Mei 7, 2008 by hokage6
Sedikit fakta menarik mengenai badan manusia, antaranya:

  • badan mempunyai sejumlah trillion unit sel.
  • bahagaian badan yang berbeza mempunyai jenis sel yang berbeza.
  • otak manusia mengawal segala aktivti sel, tisu, organ dan sistem.
  • jantung manusia berdenyut 70 kali seminit, dan setiap kali berdenyut ia mengepam secawan darah.
  • jantung manusia seberat 300 g dan berdenyut lebih kurang 100,000 kali setiap hari.
  • terdapat 206 ruas tulang pada rangka manusia, separuh daripadanya terdapat pada tangan dan kaki.
  • setiap manusia mempunyai 32 batang gigi.
  • otot-otot membentuk satu setengah kali berat badan.
  • jika kesemua kulit dibuang, ia mempunyai berat sejumlah 2.27 Kg.
  • 70% berat badan adalah berat air.

Khasiat Madu Lebah

Posted in Sains on Mei 7, 2008 by hokage6
Antara kelebihan madu lebah adalah:

  • selain membekalkan tenaga, ia juga mengandungi protein, mineral, vitamin dan nutrien lain.
  • ia mengandungi agen antioksidan, yang boleh mengurangkan aktiviti radikal bebas yang memusnahkan sel.
  • ia boleh meredakan sakit kepala – migrain ,membantu penggunaan kalsium dan menghalang osteoporosis.
  • ia juga boleh menyembuhkan penyakit konjunctivitis, jangkitan telinga, hidung tersumbat dan sakit tekak.
  • Royal Jelly, bahan putih seperti susu yang dihasilkan oleh kelanjar air liur lebah pekerja. Ia mengandungi banyak khasiat nutrien seperti protein, karbohidrat dan mineral. Ia mempunyai kesan positif terhadap kelenjar dan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan masalah haid dan prostat.
  • Propolis, bahan berwarna perang merupakan ‘glue’ yang digunakan oleh lebah untuk menutup lubang pada sarangnya.’Glue’ ini dikutip oleh lebah daripada sap pokok. Jika pokok tersebut mempunyai bahan antibiotik. propolis akan memindahkan bahan antibiotik dari sarang lebah kepada madu.

Apa dan Bagaimanakah Tornado Itu?

Posted in Sains on Mei 2, 2008 by hokage6

oleh N E R R O pada April 14, 2008, 06:25:00

Isu tentang pemanasan global lagi naik daun saat-saat sekarang ini. Sejumlah fakta membuktikan bahwa bumi kita sekarang ini memang telah mengalami peningkatan suhu, perubahan iklim gobal, dibandingkan dengan periode sebelumnya. Hal inilah juga yang mungkin menyebabkan terjadinya kondisi cuaca yang makin buruk pada hampir seluruh negara yang salah satu dampaknya adalah makin meningkatnya intensitas kejadian angin tornado dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Harta benda dan jiwa banyak yang melayang akibat ulah tornado ini. Walaupun demikian kita jangan langsung menjustifikasi bahwa kita semua tidak turut bertanggung jawab terhadap kondisi sekarang ini. Justru kitalah yang paling besar mengemban tanggung jawab agar bumi kita ini dapat terpelihara dengan baik. Sebab perubahan iklim yang cukup kritis sekarang ini tidak lain juga merupakan ulah tangan-tangan jahil manusia yang seenaknya saja mengeksploitasi kekayaan bumi tanpa memperdulikan dampak kerusakan yang ditimbulkannya. Seperti halnya pepatah, yang saya yakin sudah akrab di telinga kita semua, menyatakan “Sedia payung sebelum hujan” maka seyogyanya kita, terlebih bagi orang awam, mengenal lebih jauh seluk beluk tornado agar nantinya dapat dilakukan tindakan antisipasi yang lebih matang sehingga setidaknya dapat mengurangi jumlah kerugian, baik dari segi materi dan terlebih lagi nyawa manusia. Lantas apa dan bagaimanakah tornado itu?

Tornado berasal dari Tronada (Spanyol), Tonare (Latin) dan kerap dikenal dengan istilah Twister dan Willy-willy. Di Indonesia Raja Angin ini disebut dengan Angin Putting Beliung atau Angin Leysus. Dari definisinya tornado dapat diartikan sebagai putaran yang kencang dari suatu kolom udara yang terbentuk dari awan cumuliform yang telah menyentuh tanah, biasanya tampak sebagai corong awan (funnel cloud) dan kerap disertai dengan badai angin dan hujan, petir atau batu es. Sebagian besar tornado disebabkan oleh badai guntur yang berputar dengan sirkulasi yang teratur yang disebut dengan mesosiklon. Pembentukan tornado umumnya dapat dilihat pada hal- hal yang terjadi pada skala badai, di dalam dan sekitar mesosiklon. Perbedaan temperatur pada bagian tepi massa udara turun yang berada di sekitar mesosiklon (downdraft oklusi) erat kaitannya dengan pertumbuhan tornado. Sebagian besar tornado dapat memiliki kecepatan lebih dari 480 km/jam, rata-rata 175 km/jam atau lebih (di sekitar pusat dapat mencapai 100-200 meter/jam), dengan ketinggian ± 75 m, diameter umumnya berkisar antara puluhan hingga ratusan meter. Umumnya terjadi pada siang hingga sore hari. Di Amerika Serikat tornado terjadi antara pukul 15 – 21 LT. Pada belahan bumi utara sebagian besar tornado berpusar berlawanan dengan jarum jam, sebaliknya di belahan bumi selatan berpusar searah jarum jam. Waktu berlangsungnya Tornado biasanya hanya beberapa menit (kurang dari 10 menit), paling lama juga tidak lebih dari beberapa jam.

Tornado dapat terjadi dimana saja diseluruh tempat di dunia, namun pada daerah-daerah lintang tinggi terjadinya biasanya pada musim semi atau musim panas. Amerika Serikat memiliki intensitas kejadian angin tornado yang lebih tinggi dibandingkan area lainnya, khususnya di Amerika Barat-Tengah. Di Indonesia, tornado lebih banyak terjadi di sekitar Sumatera dan Jawa. Tornado dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis dan skala kerusakannya. Berdasarkan jenisnya, tornado dibedakan atas :
Weak Tornado
Dikategorikan demikian karena waktu berlangsungnya sangat singkat antara 1 hingga 10 menit atau lebih, sebagian besar memiliki ukuran kecil dengan daya perusak yang kecil – umumnya berskala F0 – F1 – serta kecepatan angin kurang dari 112 mph. Persentase jumlah kematian yang diakibatkan tornado lemah kurang dari 5% dari keseluruhan kematian yang disebabkan tornado. Jenis ini paling banyak di antara jenis lainnya, mencakup 88% dari total keseluruhan kejadian tornado.
Strong Tornado
Berlangsung selama 20 menit atau bahkan lebih, umumnya berukuran kurang lebih 10 m dengan daya perusak kuat – berskala F2 – F3 – serta kecepatan angin antara 113 – 206 mph. Kematian yang diakibatkan tornado ini mencakup hingga 30%. Tornado kuat mencakup 11% dari jumlah keseluruhan kejadian tornado.
Violent Tornado
Tornado ini dapat berlangsung cukup lama melebihi 1 jam dan dapat melintasi bermil-mil sebelum menghilang dengan daya perusak yang sangat kuat – F4 – F5 – serta kecepatan angin lebih dari 205 mph. Jenis ini paling banyak merenggut korban jiwa mencapai 70% kematian dari keseluruhan. Sangat jarang terjadi sehingga hanya mencakup 1% dari jumlah keseluruhan kejadian tornado.

Dr. T. Theodore Fujita mengembangkan suatu metode untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan yang dihasilkan oleh tornado. Metode ini dikenal dengan nama Skala Fujita dengan deskripsi sebagai berikut :
Skala F0
Kecepatan (Mph) : < 73 Tingkat kerusakan : Ringan, beberapa kerusakan pada cerobong asap; dahan pohon patah dan daun-daun tercabut; pohon-pohon berakar dangkal terdorong; papan- papan penunjuk rusak dan roboh.
Skala F1
Kecepatan (Mph) : 73 – 112 Tingkat kerusakan : Sedang, atap rumah berhamburan; rumah semi-permanen bergeser bahkan roboh; pohon besar tumbang; kaca yang tidak kuat pecah; seng dan asbes beterbangan.
Skala F2 Kecepatan (Mph) : 113 – 157 Tingkat kerusakan : Signifikan, atap rumah dari kayu dan tanah liat terbang; rumah semi-permanen roboh; mobil terbalik; pohon besar tercabut; misil ringan terpicu; mobil terangkat dari permukaan tanah.
Skala F3
Kecepatan (Mph) : 158 – 206 Tingkat kerusakan : Berat, atap beterbangan dan dinding rumah permanen rusak parah bahkan roboh; kereta api terbalik; sebagian besar pohon di hutan tercabut; mobil besar terlempar dari permukaan tanah.
Skala F4
Kecepatan (Mph) : 207 – 260 Tingkat kerusakan : Hebat, rumah permanen porak poranda; bangunan dengan pondasi semi-permanen tersapu; misil besar terpicu; mobil dan benda berat lainnya terlempar beterbangan; semua pohon beterbangan.
Skala F5
Kecepatan (Mph) : 261 – 318 Tingkat kerusakan : Sangat hebat, rumah dengan kerangka yang baik pondasinya tersapu; Misil berukuran besar beterbangan di udara hingga 100 meter; fenomena luar biasa lain akan muncul.

Sumber :
• id.wikipedia.org
• www.spc.noaa.gov
• www.jogja.go.id

Fungsionalisme Struktural

Posted in Sains on Mei 2, 2008 by hokage6

oleh widy.rotib pada Maret 30, 2008, 06:24:00

Oleh: Guntur Petrus – Anggota Institut Sosial Humaniora ‘tiang bendera‘ ITB

Di masa lalu manusia adalah yang utama,
di masa depan sistem adalah yang utama.
- Frederick W. Taylor (Kanigel 1997)

Pasca perang dunia II Fungsionalisme struktural memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu sosiologi, tetapi setelah beberapa Dekade sesudahnya paham ini kehilangan giginya dan hanya dianggap sebagai “tradisi” teoritis (Colomy,1990). Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa paham ini berperan penting dalam kelahiran Neofungsionalisme, sebagai contoh gerakan menuju analisis sintesis dalam teori sosiologi. Selama beberapa tahun, alternatif utama untuk fungsionalisme struktural ialah Teori Konflik. Menurut Thomas Bernard (1983) Fungsionalisme Struktural memiliki domain di Teori Konsensus, dan teori konflik sosiologi memiliki domain di Teori Konflik.

Teori Konsensus memandang nilai dan norma sebagai landasan masyarakat, memusatkan perhatiannya pada keteraturan sosial berdasarkan atas kesepakatan diam-diam dan memandang perubahan sosial terjadi secara lambat. Sedangkan Teori Konflik menekankan pada dominasi kelompok sosial tertentu atas kelompok sosial yang lain, melihat keteraturan sosial sebagai rekayasa dan kontrol oleh kelompok dominan, dan memandang perubahan sosial dapat terjadi secara cepat dan tak teratur, yaitu ketika kelompok subordinat menggulingkan kelompok yang dominan.

Meskipun kita dapat melihat perbedaan yang esensial antara keduanya melalui pndefenisian diatas. Namun Bernard melihat kedua kubu ini memiliki kesamaan yang lebih besar, yaitu keduanya memusatkan perhatiannya pada Struktur Sosial. Sehingga menurut Rizer keduanya berada pada paradigma sosiologi yang sama.

Fungsionalisme Struktural
Dalam fungsionalisme struktural, istilah struktural dan fungsional tidak selalu perlu dihubungkan, kita dapat mempelajari struktur masyarakat tanpa perlu mengetahui fungsinya begitu juga sebaliknya. Fungsionalisme kemasyarakatan (Societal Functionalism), sebagai salah satu pendekatan fungsionalisme struktural, paling dominan digunakan para fungsionalis struktural. Perhatian utama dari fungsionalisme kemasyarakatan ini ialah struktur sosial dan institusi masyarakat secara luas, hubungannya dan pengaruhnya terhadap anggota masyarakat (individu/pemain).

1. Teori Stratifikasi Struktural-Fungsional & Kritiknya (Kingsley Davis dan Wilbert Moore)
Menurut mereka, dalam masyarakat pasti ada stratifikasi atau kelas, stratifikasi sosial merupakan fenomena yang penting dan bersifat universal. Stratifikasi adalah keharusan fungsional, semua masyarakat memerlukan sistem seperti dan keperluan ini sehingga memerlukan stratifikasi. Mereka memandang sistem stratifikasi sebagai sebuah struktur, dan tidak mengacu pada stratifikasi individu pada system stratifikasi, melainkan pada sistem posisi (kedudukan).

Pusat perhatiannya ialah bagaimana agar posisi tertentu memiliki tingkat prestise berbeda dan bagaimana agar individu mau mengisi posisi tersebut. Masalah fungsionalnya ialah bagaimana cara masyarakat memotivasi dan menempatkan setiap individu pada posisi yang tepat. Secara stratifikasi masalahnya ialah bagaimana meyakinkan individu yang tepat pada posisi tertentu dan membuat individu tersebut memiliki kualifikasi untuk memegang posisi tersebut.

Penempatan sosial dalam masyarakat menjadi masalah karena tiga alasan mendasar,
- Posisi tertentu lebih menyenangkan daripada posisi yang lain
- Posisi tertentu lebih penting untuk menjaga keberlangsungan masyarakat daripada posisi yang lain
- Setiap posisi memiliki kualifikasi dan bakat yang berbeda.

Posisi yang tinggi tingkatannya dalam stratifikasi cenderung untuk tidak diminati tetapi penting untuk menjaga keberlangsungan masyarakat, juga memerlukan bakat dan kemampan terbaik. Pada keadaan ini masyarakat dianjurkan agar memberi reward kepada individu yang menempati posisi tersebut agar dia menjalankan fungsinya secara optimal. Jika ini tidak dilakukan maka masyarakat akan kekurangan individu untuk mengisi posisi tesebut yang berakibat pada tercerai-berainya masyarakat.

Adapun kritik terhadap Teori Stratifikasi Struktural-Fungsional ialah :
- Teori ini menolak keberadaan masyarakat tanpa kelas pada waktu kapanpun.
- Teori ini melanggengkan orang yang pada keadaan awal telah memiliki kekuasaan, prestise dan uang.
- Posisi penting yang disebutkan dalam teori ini merupakan sesuatu yang relatif satu dengan yang lain.

2. Fungsionalisme Struktural Taclott Parsons
Fungsionalisme Struktural Parsons mengenal empat fungsi penting untuk semua system dan terkenal dengan istilah AGIL. Fungsi-fungsi penting tersebut ialah Adaptation, Goal Atteinment, Integration, dan Latency.

Agar dapat bertahan setiap sistem harus :
- Adaptation, Sistem tersebut harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan setelah itu membuat lingkungan sesuai dengan kebutuhan.
- Goal Atteinment, Sistem tersebut harus mendefenisikan dan mencapai tujuannya.
- Integration, Sistem tersebut harus mampu mensinergiskan antar komponen dalam sistem tersebut dan juga ketiga fungsi yang lain (Adaptation, Goal Atteinment, Latency)
- Latency, Sistem tersebut juga harus memelihara dan mendialektikakan pola-pola kultural yang menopang dan menciptakan motivasi.

Berikut contoh penggunaan skema AGIL Parsons yang digunakan pada bahasan empat sistem tindakan dibawah.

Organisme perilaku ialah sistem tindakan yang melaksanakan fungsi adaptasi, menyesuaikan diri dengan lingkungan dan mengubah lingkungan eksternal. Sistem kepribadian melaksanakan fungsi pencapaian tujuan dengan menetapkan tujuan system dan mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan. Sistem Sosial menjalankan fungsi integrasi dengan mengendalikan setiap komponennya. Dan Sistem Kultural melaksanakan fungsi pemeliharaan pola.

Sistem Sosial didefenisikan sebagai aktor, interaksi, lingkungan, optimalisasi kepuasan dan kultur. Meskipun Parsons melihat sistem sosial sebagai sebuah interaksi tetapi dia tidak menggunakan aktor sebagai bagian fundamental dari interaksi tersebut, melainkan peran dan status aktor tersebutlah yang menjadi unit fundamental. Status ialah posisi dia dalam struktur sosial, peran ialah fungsi yang dijalankannya dalam posisi struktur.

Jelas bahwa Parsons memadang keadaan ini secara sistem, aktor tidak dilihat dari tindakan dan sudut pikirannya, tetapi hanya status dan perannya. Cara pandang Parsons secara sistem ini dan aliran fungsionalis yang dipegangnya melahirkan persyaratan sebuah sistem agar berkelanjutan:
1. Sistem harus terstruktur agar bisa menjaga keberlangsungan hidupnya dan juga harus mampu harmonis dengan sistem lain
2. Sistem harus mendapat dukungan yang diperlukan dari sistem lain
3. Sistem harus mampu mengakomodasi para aktornya secara proporsional
4. Sistem harus mampu melahirkan partisipasi yang memadai dari para aktornya
5. Sistem harus mampu untuk mengendalikan perilaku yang berpotensi mengganggu
6. Bila terjadi konflik menimbulkan kekacauan harus dapat dikendalikan
7. Sistem harus memiliki bahasa  Aktor dan Sistem Sosial.

Meskipun Parsons memandang keadaan ini dengan cara pandang sistem tetapi dia tidak mengabaikan interaksi antara aktor dengan Sistem Sosialnya. Menurutnya persyaratan kunci bagi terpeliharanya integrasi pola nilai dan norma ke dalam sistem ialah dengan sosialisasi dan internalisasi. Pada proses Sosialisasi yang sukses, nilai dan norma sistem sosial itu akan diinternalisasikan. Artinya ialah nilai dan norma sistem sosial ini menjadi bagian kesadaran dari aktor tersebut. Akibatnya ketika si aktor sedang mengejar kepentingan mereka maka secara langsung dia juga sedang mengejar kepentingan sistem sosialnya.

Proses sosialisasi ini berhubungan dengan pengalaman hidup (dan spesifik) dan harus berlangsung secara terus menerus, karena nilai dan norma yang diproleh sewaktu kecil tidaklah cukup untuk menjawab tantangan ketika dewasa.

Sistem kultural merupakan kekuatan utama yang mengikat sistem, kultur menengahi interaksi antar aktor, menginteraksikan kepribadian dan menyatukan sistem sosial.